Cara Memilih Telur Ayam Untuk Ditetaskan

Memilih telur ayam untuk ditetaskan memang tidak semudah yang dikira. Hal ini dikarenakan tampilan telur baik dalam kondisi baik atau tidak hampir sama dan sulit dibedakan. Apabila salah dalam memilih telur untuk ditetaskan dengan mesin penetas yang memiliki suhu antara 38 hingga 39 derajat Celcius, maka telur tidak akan berhasil menetas menjadi anakan ayam dan justru malah dapat membusuk. Oleh karenanya, pilihlah telur dengan memperhatikan beberapa kriteria yang diulas lebih detail dalam penjelasan berikutnya.

Cara Memilih Telur Ayam Untuk Ditetaskan
Cara memilih telur ayam yang baik untuk ditetaskan ialah dengan memperhatikan beberapa ciri-ciri telur yang baik seperti dalam penjelasan berikut ini:
1.      Cangkang atau kulit telur tidak mengalami cacat
Ciri telur pertama telur yang dapat ditetaskan dengan baik ialah memiliki cangkang atau kulit yang tidak mengalami cacat. Cacat disini dalam arti tidak ada keretakan sedikitpun. Telur yang sudah retak meskipun sedikit tidak akan bisa menetas menjadi anakan ayam karena bakteri-bakteri dapat masuk melalui celah tersebut dan mengontaminasi kualitas telur di dalamnya.
2.      Cangkang yang bebas dari kotoran
Ciri yang kedua dapat dilihat dari tampilan kebersihan cangkang atau kulit telur. Telur yang dapat menetas dengan baik ialah telur dengan cangkang atau kulit yang tidak ditempeli kotoran sedikitpun. Kotoran yang dapat menempel biasanya adalah kotoran ayam, darah atau yang lainnya. Apabila terdapat kotoran pada kulit maka bersihkan dahulu dengan cairan disinfektan lalu dilap dengan kain bersih supaya kering.
3.      Berat telur yang normal
Telur ayam negeri untuk ditetaskan yang selanjutnya harus memenuhi kriteria dengan berat yang normal. Artinya, ukuran telur sedang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Berat rata-rata telur berukuran sedang ialah sekitar 45 hingga 50 gram.
4.      Bentuk telur standar
Telur yang dapat ditetaskan dengan baik juga harus memenuhi bentuk standar yakni berbentuk oval dan cenderung tidak membulat. Perbandingan antara lebar dan panjang telur dapat dikira-kira sekitar 2:3.
5.      Warna kulit telur cenderung gelap
Warna kulit atau canglang telur juga dapat mempengaruhi proses penetasan telur dalam mesin penetas telur. telur yang baik untuk ditetaskan memiliki warna cenderung gelap.
6.      Rongga udara tidak berpindah
Ciri telur ayam yang baik untuk ditetaskan yang selanjutnya ialah dapat dilihat dari posisi rongga udara yang dapat diamati dengan meneropong menggunakan cahaya lilin atau lampu meja. Telur yang baik rongga udaranya berada pada telur bagian tumpul dan tidak akan berindah meskipun telur dikoyak.
7.      Telur tidak mengeluarkan bau busuk
Ciri yang satu ini sangat mudah diketahui karena melibatkan indera penciuman. Segera tinggalkan dan pisahkan dengan telur yang masih bagus jika menemukan telur dengan aroma tidak sedap yang menyengat hidung. Telur yang berbau tersebut tidak akan menetas apabila dimasukkan dalam mesin penetas.
8.      Perbandingan indukan betina dan jantan sesuai aturan
Telur yang baik untuk ditetaskan juga dapat dilihat dari ratio atau perbandingan jumlah indukan betina dan jantan. Perbandingan yang tepat untuk telur ayam negeri ialah 1 :10 untuk ayam jantan dan betinanya. Perbandingan ini berarti 1 ekor ayam jantan maksimal hanya boleh mengawini 10 ekor ayam betina. Jika lebih atau sangat kurang, maka telur yang dihasilkan ayam betina tidaklah berkualitas baik.

Ternyata memilih telur ayam untuk ditetaskan cukuplah budah bukan? Hanya perlu kejelian dan ketelitian supaya tidak salah dalam menentukan telur yang masih dalam kondisi baik atau tidak. Telur yang dipilih dengan tepat akan dapat menghasilkan anakan ayam sesuai harapan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.